[Puisi] Desember

Aku desember yang kau petik.
Merindu dipelukkan embun.
Menghiasi sisa engkau yang acuh.
Tapi aku bercerita, hingga kau tak pernah lupa.

Aku desember yang kau relungkan.
Bersama mega yang pergi mengabu.
Lelapkan engkau dalam khayal.
Pengap, namun gempita,
Lalu sunyi.
Hingga malammu acuhkan pagi.

Aku desember yang kedinginan,
Jatuh, menghujanimu.

Iza
April | 2016

Cat.
It's rainy.
Ini jelas belum Desember. Tapi aku selalu suka hujan :) cuma untuk mengenang apa yang terjadi Desember 2015 kemarin.

Puisi ini aku berikan untuk diriku sendiri.

[Review] May Who, Ketika Jatuh Cinta adalah Kesalahan #AsalAsalanReview

Hari ini aku ingin review film Thailand. Agak sakit hati juga karena sebenernya aku udah selesai review film ini lalu file-nya hilang. Film ini rilis sekitar Oktober 2015 kemarin. Baru nonton Rabu kemarin sama beberapa teman sekelasku selepas padus di rumahnya Alma. Download lah filmnya, ga kuat beli ori. Kecuali kalau emang film indo yang "high class" diusahain ke bioskop. Tapi bukan berarti aku ngge beli bajakan juga sih xD Memang udah agak lama filmnya, tapi ingin aja review. Entah ini efek pelajaran Bahasa Indonesia yang memang sedang mengulas film /ga atau emang hobi aja nulis panjang ga jelas. Karena aku ga mau spoiler banyak-banyak, jadi aku bakal nyeritain garis besarnya.

Awalnya aku minta rekomen film komedi-roman. Kalau bisa Thailand. Soalnya banyak banget film Thailand yang lawak tapi romannya kena, kayak Crazy Little Thing Called Love. Temenku , Dhia, ngusulin film komedi-roman bikin baper; May Who.

May Nai Fire Rang Frer a.k.a May Who
Kalau dilirik sinopsisnya, film berdurasi hampir 2 jam ini ceritanya klasik banget. Tentang dimana sebuah sekolah memiliki banyak kubu, dari mulai kutu buku sampai paling hits yang diteriakin tiap lewat. Dan si tokoh "gue" adalah yang paling kasihan; tidak punya kubu. Berpenampilan terlalu standar. Penyendiri atau bahkan sedikit terbully. Tapi suka sama anak hits. Klasik men.

Perbedaannya adalah, ada dua orang yang merasa aku-bukan-siapa-siapa di sini. Adalah Pong (Thiti Mahayotaruk) dan May Who (Sutatta Udomsilp) . Pong yang pandai menggambar, menyukai gadis cantik dari Tim Penyemangat, Mink ( Narikun Ketprapakorn). Dalam komik manualnya, dia selalu menceritakan kisah ia dan Mink. Sedangkan May menyukai atlet yang seringkali disemangati Tim Penyemangat, Fame (Thanapob Leeratanakajorn). Tapi yang paling menarik di sini adalah May, yang punya "kelainan". Tubuhnya akan mengeluarkan listrik ketika jantungnya berdegup terlalu kencang. Entah itu karena bersemangat, kelelahan, atau karena bertemu dengan orang yang ia suka.

Mink
Fame
Suatu hari, karena terburu-buru Pong salah mengumpulkan buku tugas, dia malah mengumpulkan buku komik manualnya yang sedang ia kerjakan. Dan sialnya bagi Pong, karena May membuat satu sekolah tau apa yang ia gambar, termasuk Mink. Ini jelas membuat Mink marah, dan ini jelas membuat Pong marah. Pong akhirnya melabrak May yang malah membuat ia sadar kalau May punya sesuatu yang istimewa.

Film ini dipadukan dengan animasi yang keren pake banget. Jadi animasi ini untuk menghidupkan apa yang Pong gambar. Meski animasinya terkesan "anime banget" jadi serasa nonton anime atau lagi main game, tapi bagus untuk film khas Thailand yang hobi mendramatisir suasana. Terkesan .... lebih alay?

Lucu bangeeet
Pong dan May nampak sedikit bernasib sama dengan masalahnya masing-masing. Kendati Pong sudah terlanjur tahu kekuatan May dan May yang merasa bersalah atas kelakuannya terhadap Pong, keduanya berakhir saling bantu untuk medapatkan pujaan hati masing-masing. Tapi May Who, seseorang yang tidak bisa menyentuh orang yang ia suka, tentu butuh perjuangan lebih. Jatuh cinta bagi May ditunjukan sebagai sebuah kesalahan. Namun Pong berusaha menunjukkan sebaliknya; Bukankah mereka yang jatuh cinta, tentu bisa menerima kekurangan pujaan hatinya? :)

Kedekatan mereka yang "ini friendzone banget sumpah" membuat penonton akan bermuara pada perasaan yang sama, mereka adalah couple paling cocok di sini. Meski memang sedikit what-a-hell karena beberapa adegan menyebalkan khas Thailand yang bikin kami sebagai penonton ingin lemparin tv.

May dan Pong
Secara keseluruhan, film ini lucu banget dan menghibur. Setiap kubu punya keunikan masing-masing. Tim kutu buku yang kerjanya cuma belajar, ga kuat liat ekpresi mereka. Atau Tim Cantik (cheerleaders) yang ga suka orang lain deket-deket Fame. Semua kelakuan fansnya Fame emang bikin ketawa. Guru-gurunya juga gokil, gamau ketinggalan ngefans sama Fame :'v

Aku sangat suka endingnya. Mempermainkan perasaan penonton untuk memilih antara May-Fame, Pong-Mink, atau May-Pong. Greget nontonnya juga. Bagian ujung filmnya mendramatisir banget, tapi tetep masih bisa buat ketawa, dan .... pokoknya ... aku rekomen banget film ini buat hiburan.

Karakter favorit aku sudah jelas Pong. Well yeah, meski lebih ganteng Fame, tapi Pong punya daya tarik tersendiri. Karakternya kuat banget di film ini. Mengemas karakter Si Maniak Gambar dalam sesuatu yang terlalu manis untuk digambarkan. Apalagi dia ponian. HAHAHA. Maka, aku paling suka adegan ketika Pong menggambar untuk May di depan pintu kamarnya. Mendadak air mukanya manis banget :') Dan bagiku, itu adegan paling bikin baper.

Ponimu bang;-;
Lucu banget bagian 2 :')
Setelah film selesai, kita masih terbawa suasana bapernya. Apalagi ada yang sampai nangis nontonnya :v Crispy roll yang disediakan Alma, si tuan rumah, abis setengah toples sama aku (karena aku ga bisa biarin makanan terbengkalai). Dan tiba-tiba Hasna teriak "Zah, the power of orang caleuy" dan itu antiklimaks, aku ketawa ngakak banget.

Mungkin hanya kami yang tau dimana letak lucunya :)

Hanya Kenangan

Banyak kenangan yang hanya bisa disimpan dalam ingatan, tak ada bukti fisik. Tapi setidaknya ia tetap masih bisa dikenang kan? :)

Aku mulai mengenal internet saat aku duduk di bangku SD kelas 2 (iya kelas dua). Bersyukurlah kalian yang belum kenal internet zaman itu, mungkin itu alasan mengapa aku pakai kacamata sekarang. Tidak banyak yang bisa aku lakukan. Aku cuma bisa pakai email, google, dan sosial media yang tren saat itu, multiply (yang sekarang sudah beristirahat dengan tenang karena kalah dengan facebook). Multiply itu bentuknya adalah blog, mungkin kayak tumblr sekarang. Tapi lebih "home". Karena blog kita adalah rumah, dan teman-teman kita adalah tetangga-tetangga kita. Aku lupa aku pernah punya berapa multiply, mungkin sekitar tiga atau empat? ._.

Aku memang senang dengan hal-hal baru tapi cukup pemalu untuk itu. Multiply-ku sama sekali tidak punya teman awalnya, iya ga punya temen, kan lucu. Dan ga punya foto (karena dulu aku ga maniak foto kayak sekarang). Tapi di awal-awal multiply, isinya foto aku alay semua ._. Ya Allah kelas 2 udah bisa alay;_; untung udah kehapus jadi ga bisa di stalking hahaha. Multiply terakhir aku miliki di waktu kelas 3 sd dan punya id foxcity, karena aku suka serigala. Sebagaimana aku suka wolf dalam kata zwölf (berarti 12 dalam bahasa jerman) /apa. Passwordnya adalah salah satu tokoh dari anime yang aku suka sepanjang zaman; Detective Conan :v Sebenarnya aku ga ngerti kenapa aku jelasin bagian ini. oke skip.

Di foxcity ini aku mulai mengenal teman. Dan aku mulai jadi maniak karena pemain-pemain multiply saat itu juga anak-anak seusiaku. Aku inget yang namanya Khanza, dua tahun lebih tua dari aku (Hai Khzanza, kalau kamu baca ini komen ya). Well, multiply juga adalah blog-blog pertama penulis-penulis cilik angkatan tua kayak aku._. Jadi gara-gara aku keranjingan internet, aku diminta ibu aku nulis satu postingan per minggunya. Jangan harap tulisan aku waktu itu sebaik tulisan aku sekarang, yang namanya pemula tuh bener-bener pemula. Asli ngilfilin banget xD Mungkin satu postingan aku cuma nulis satu paragraf dan tanpa titik koma. Jujur aja aku ga seneng pelajaran bahasa Indonesia waktu kelas 1 dan 2, karena guru aku selalu bilang tulisan tangan aku berantakan ga bisa dibaca-_- Jadi percuma aja aku nulis, ga akan kebaca kan.

Penulis terkenal yang aku kenal di multiply salah satunya adalah Ayunda Nisa Chaira. Yunda juga masih kenal aku sampai sekarang ;) Kalau kalian pernah baca bukunya yang "Menari di Pelangi" yang nyeritain almarhum temennya, April, aku suka ingin nangis. Bukan hanya soal ceritanya yang sedih, tapi karena aku kangen banget multiply. Yunda pernah posting tulisan tentang almarhum temannya itu (aku masih inget wajahnya sampai sekarang), dan di book guest multiply April, aku pernah nulis bela sungkawa juga di sana :')

Konsep multiply yang home itu buat kita ingin memperbagus tampilan rumah kita. Ini juga alasan aku kenapa aku bisa addict sama internet, aku belajar html! Wooooo ... gila gila gila, anak SD belajar kek gitu otodidak meen. Aku aja sekarang males disuruh belajar coding kayak gitu sama ortu aku :v Dan sekarang emang udah lupa, nyaris lupa semua malah. Emang sih kode html multiply ga begitu susah, ga kayak blogspot (makanya aku males ngoprek blog aku, mending nyari). Tapi aku jadi seneng desain-desain web gitu. Dulu biasanya kita ambil gambar di web yang sekarang juga udah ga ada. Terus suka pesan-pesanan tema. Aku suka mesen sama Dilla Mutia (Hai Dilla, kalau kamu baca ini komen ya). Tema yang aku suka dari penyedia tema gratis adalah naruto. Warnanya putih salju dengan naruto pake jaket jadi background. Lucu kan serigala-serigala salju gitu kesannya aarrrrghh ... Tema terakhir yang aku pake sebelum multiply musnah juga buatan Dilla. Temanya es krim gitu, lucu banget, warna biru muda:3 Aku bahkan lupa tema apa yang pernah aku coba buat ._. Yang pasti pernah nyoba detective conan.

Tahun 2009, facebook booming. Itu juga jadi tahun terakhir aku main multiply. Semua makhluk multiply pindah ke facebook. Multiply tertatih buat ngejar para pemainnya. Sempet ada kolom chat di multiply, tapi tetap aja susah ngalahin facebook. Kemudian juga twitter booming kan. Udah mati aja mati kamu multiply! Mati! Kelas 6 aku sempet balik ke multiply juga udah sepi :') Kelas 5 atau 6 di sekolahku juga diajarin facebook, jadi kalau mau kontakan sama mereka, mending main facebook kan? Jadi jangan salahkan aku berpaling hati dari multiply.

Well, aku kangen multiply, makanya aku menghidupkan kembali blog ini. Internet sekarang suka disalahgunakan, suka ada tren-tren ga guna yang cuma bikin emosi. Coba kalau misalnya pengguna internet manfaatin internet sebaik mungkin. Kayak para pemain multiply yang berbagi semangat meski lewat kolom guest book, lewat grup-grup kita belajar bikin tema bareng. Selain multiply juga aku pernah pake friendster, cuma aku terlalu muda main friendster jaman itu:( Atau spring.me. Spring.me itu kayak ask.fm tapi seluruh dunia pertanyaannya muncul di timeline, soalnya penggunanya dikit. Aku seneng pake spring.me soalnya aku bisa belajar bahasa inggris dan bisa curhat-curhat pribadi gitu wkwk. Sekarang semua itu udah ga ada, multiply pernah mencoba bertahan dengan jadi toko jual beli online. Friendster juga pernah jadi tempat main game. Spring.me sekarang kerja sama denga twoo.

Emang ya gitu, kalau udah ga laku yaudah.

Anak SD disuruh megang gadget dan internet itu gapapa. Serius sah-sah aja, kalau misalnya orangtuanya bisa ngawasin dan itu positif. Toh, mungkin aku seneng nulis gara-gara multiply juga. Kata aku sih gitu. Adik-adik aku megang gadget sekarang juga sama-sama belajar fotografi, nyoba desain grafis, belajar video editing, atau bikin animasi (kecuali adik aku yang kedua kerjanya sama aja kayak aku; stalking. HAHAHA). Adik aku yang terakhir kelas 3 sd aja belajar bikin video dari power point.

Alasan aku nulis ini (selain karena apa yang aku tulis sebelumnya), aku cuma mau bilang kalau internet itu bukan hanya tentang game online. Aku juga main game online waktu SD sampai suatu hari ibu aku ngelarang kami sekeluarga main game :v

Aku ga lagi nyepet siapa-siapa kok. Cuma aku lagi kecewa aja sama pengaharapan aku sampe aku nulis puisi Patah.

Aku pernah nge screenshot blog multiply aku waktu itu. Cuma di notebook aku yang rusak jadi ga bisa aku post:( Tapi ya itu kan emang cuma kenangan. Kenangan ga selamanya harus pakai bukti fisik. Tetep aja manis kalau dikenang :) Karena kenagan adalah kenangan. Kayak kenangan aku sama kamu.

Maafin blognya mellow. Cukup sekian dan terima kasih :)

[Puisi] Patah

PATAH

Masih jadi pengharapan--saat itu.
Maka aku hanya berdoa, biar kau yang aminkan.
Tapi Tuhan bilang engkau sebabnya, akibat aku.
Dan egoku memutuskan mati di persimpangan.
Biar saja, aku ingin kau taburkan pengharapan itu di atas kuburku.
Meski aku kecewa. Meski aku terlalu sering kecewa.
Setidaknya aku percaya; cinta menghidupkan sepotong kematian.

Aku patah, namun langitkanmu :)

Iza
April | 2016

P.s. Semangat!